angguk

Seni angguk

Seni angguk adalah sejenis tarian tradisional yang dimainkan oleh masyarakat yang dulunya berfungsi sebagai media dakwah, namun sekarang sudah mulai bergeser perannya menjadi media hiburan yang banyak digunakan untuk menyambut tamu-tamu luar daerah. Seni satu ini dulunya sarat akan makna kehidupan yang mendalam, yang membuat orang ingat akan kematian. Namun kini angguk sudah disulap menjadi tontonan vulgar yang membikin berahi hidup meletup-letup dan lupa akan kematian, begitu cair. Penarinya didandani dengan busana minim kain dan gerakannya dibuat erotis, begitulah gambaran

kesenian itu sekarang. Gambaran angguk yang ditanggap masyarakat ya yang seperti itu, angguk yang orisinil sudah lama pergi dan hanya mementaskan diri di dekat kuburan, sarat akan nilai mistik memang, namun jika ditilik dari tujuannya itu adalah hal wajar. Tak ubahnya seni angguk yang mencair, seni adaptasi dari luar juga tak kalah cair, malah saking cairnya tidak dapat terbendung lagi. Budaya dance yang kian ‘hip’ di kalangan anak sekolahan, budaya cheerleader yang menjadi momok menggembirakan bagi kaum adam dalam setiap pementasannya, serta masih banyak lagi rupanya.

Kecintaan insan pada kesenian vulgar, terutama di Indonesia memang tak patut dipertanyakan lagi, begitu antusias. Birahi hidup mengeluap dan masalah lupa dalam sekejap, mungkin itu salah satu alasannya yang membuat mereka ingin lari sekejap dari dunia yang riil, yang dalam kenyataannya begitu berat, begitu berat dalam menahan nafsu.

 

 
 
 
 
 
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: